KOTA BANDUNG, ruber — Besok, Senin (17/6/2019), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat akan dimulai.

Sebelum mendaftar, pastikan berkas-berkas persyaratan pendaftaran dipersiapkan dengan lengkap.

Dilansir ruber dari laman detikcom, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika mengatakan, sejak jauh-jauh hari persyaratan yang harus dipersiapkan para calon pendaftar sudah disosialisasikan.

Sehingga, saat mendaftar, diharapkan seluruh berkas persyaratan sudah lengkap.

Persyaratan pertama yaitu pendaftar maksimal berusia 21 tahun yang dibuktikan dengan akta kelahiran.

Terkecuali bagi penyandang disabiltas dan calon pendaftar dari daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) serta Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM).

Kedua yaitu para calon peserta didik harus memiliki ijazah dan SHUN SMP/sederajat.

Hal ini dibuktikan dengan membawa ijazah dan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMP atau bentuk lainnya yang sederajat.

Ketiga, peserta didik wajib memiliki dokumen kelengkapan khusus sesuai jalur.

Untuk peserta zonasi, bawa serta fotokopi dan dokumen asli KTP orang tua dan Kartu Keluarga yang berlaku paling singkat 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Bagi peserta jalur KETM, bawa serta kartu penanggulangan kemiskinan (KIP, KKS,KPS, KIS).

Bagi jalur prestasi, piagam/sertifikat atau piala wajib ditunjukkan.

Sementara itu, untuk jalur perpindahan orangtua, surat keterangan tempat bertugas orang tua atau wali juga diperlukan.

“Selanjutnya harus memastikan domisili terdekat sekolah paling penting (sistem zonasi),” kata Dewi di laman detikcom, Ahad (16/6/2019).

Menurutnya, dalam proses pendaftaran, para calon peserta harus didampingi orang tua siswa atau wali.

Hal itu diwajibkan untuk memastikan dokumen yang diberikan valid, sekaligus menjadi saksi dalam proses pendaftaran.

“Karena nanti mereka akan datang verifikasi data, setelah itu menentukan titik koordinat. Ini yang harus betul-betul harus disepakati, kalau salah merugikan.”

“Titik koordinat ini yang harus dipastikan antara sekolah, orang tua dan operator, karena nanti ditandatangani,” tuturnya.

Disdik Jabar menetapkan kuota 90% untuk sistem zonasi, 5% jalur prestasi (akademik dan non akademik) serta 5 persen jalur perpindahan orang tua.

Tahun ini sebanyak 281.950 lulusan SMP bisa diterima di SMA dan SMK di Jabar. luvi

Sumber foto: internet, sumber berita: detikcom